Metode Alternatif Terapi Terbaik Penyembuhan Autis

Gejala Anak Menyandang Autis dan Cara Penyembuhan Autis Dari Berbagai Sumber Ahli Yang Meneliti Autisme

14Apakah Anda anak mengalami kesulitan dalam belajar? Apakah anak Anda sulit membuat kontak mata dan mengalami kesulitan berkomunikasi? Sering melakukan gerakan yang sama berulang-ulang atau memiliki kondisi emosional yang kuran stabil? Mungkin anak Anda mengidap autis. Autisme bukanlah penyakit kelainan jiwa melainkan kelainan pada sistem saraf otak. Belum ada bukti pasti yang menjelaskan mengapa autis bisa terjadi, banyak para ahli yang menyatakan autis erat hubungannya dengan faktor genetik. Ada pula yang menyatakan autis bisa terjadi akibat obat-obatan yang dikonsumsi atau vaksin.

Penyembuhan autis bisa dilakukan dengan deteksi dini dan terapi intensif. Autisme pada seseorang dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan, bila sudah dapat dideteksi sejak awal dan dilakukan terapi autis, secara terus menerus maka seseorang dengan autis bisa bersekolah di sekolah umum bahkan bisa sampai ke perguruan tinggi. Faktor penyembuhan autis yang sangat penting adalah lingkungan sekitar. Pengidap autis sering kali dicap sebagai orang yang tidak sopan bagi orang yang tidak tahu, disebabkan karena pengidap autis tidak menatap mata lawan bicara saat mengobrol ataupun mengeluarkan kata-kata yang dianggap tidak sopan bagi orang normal.

Autis termasuk dalam jenis Gangguan Perkembangan Pervasif atau Pervasive Development Disorder. Yang termasuk dalam PDD adalah autisme, Asperger Syndrome, Childhood Disintegrative Disorder, Rett Disorder. Secara umum gangguan PDD pada seseorang tergolong menjadi tiga, yaitu gangguan berkomunikasi, gangguan bersosialisasi, dan gangguan perilaku. Autisme adalah gangguan yang paling parah di antara gangguan PDD lainnya sehingga sangat penting bagi orang tua dengan anak autis untuk memahami perilaku dan bersikap bijak sebagai bagian dari terapi penyembuhan autis.

Gejala Anak Mengidap Autisme

11Untuk dapat melakukan penyembuhan autis, sebaiknya Anda mulai mengamati anak Anda karena semakin dini autis dideteksi maka semakin besar kemungkinan anak Anda bisa hidup normal berdampingan dengan kondisi autisnya. Agak sulit menentukan apakah seseorang mengidap autis atau tidak, tetapi pada garis besarnya seseorang bisa dinyatakan mengidap autisme bila mengalami gangguan pada caranya berkomunikasi, gangguan bersosial, dan tingkah laku yang berulang (yang paling sering adalah gerakan memaju mundurkan badan secara berulang-ulang).

Untuk mendiagnosa autisme pada seseorang diperlukan pengamatan yang menyeluruh agar bisa menerapkan terapi penyembuhan autis yang tepat. Hal ini dikarenakan ada banyak faktor selain autisme yang bisa menyebabkan seseorang berperilaku menyimpang dan kesulitan untuk berkomunikasi seperti lingkungannya yang negatif atau disebabkan kelainan lain. Indikator-indikator yang bisa digunakan untuk memantau gejala autisme bisa dilakukan dengan observasi perkembangan awal anak, penampilan anak, mobilitas anak, kontrol dan perhatian anak, fungsi-fungsi sensorik, kemampuan bermain, perkembangan konsep-konsep dasar, kemampuan musikal.

Secara lebih khusus, berikut adalah beberapa ciri yang bisa Anda amati pada anak Anda agar bisa segera menerapkan penyembuhan autis sejak dini:

  1. Seorang anak yang autis bisa mengalami keterlambatan dalam berbicara atau bahkan tidak bisa bicara sama sekali. Ketika diajak berbicara mereka seperti tidak mendengarkan dan tidak ada respon padahal hasil tes pendengarannya normal.

  2. Minatnya atas sesuatu tidak normal dan dilakukan berulang-ulang. Anak dengan autisme bisa menjadi marah bila rutinitasnya diganggu atau diubah. Anak autis biasanya melakukan satu gerakan berulang-ulang seperti menggoyangkan badan ke depan dan ke belakang, menggelengkan kepala, dan lain-lain. Anak ini juga bisa terserap perhatiannya untuk menyusun mainan atau suatu benda dengan susunan yang sama secara terus menerus.

  3. Anak dengan autisme memiliki kecerdasan yang tidak biasa. Anak penyandang autisme bisa memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, namun bisa juga kecerdasannya luar biasa. Hal ini dikarenakan menurut penelitian, anak autis cenderung menyerap dan peka terhadap semua yang ada di lingkungannya.

  4. Beberapa kasus autis bisa menyebabkan kejang-kejang atau epilepsy pada masa kanak-kanak atau pada masa remaja.

Berbagai Macam Terapi Fisik Untuk Membantu Penyembuhan Autisme

13Seperti telah disebutkan di awal, penyembuhan autis bisa dilakukan dengan pemberian terapi sejak dini agar kondisi autisnya tidak mengganggu ketika beraktivitas sehari-hari. Berikut adalah 7 jenis terapi yang digunakan untuk menangani kondisi autisme pada anak:

  1. ABA (Applied Behavorial Analysis), Jenis terapi ini adalah jenis terapi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Terapi ini berdasarkan pada positive reinforcement untuk menstabilkan anak autis dengan prinsip hadiah dan hukuman (reward and punishment).

  1. Terapi Wicara, Terapi penyembuhan autis selanjutnya adalah terapi wicara di mana terapi ini fungsinya adalah untuk mengembangkan kemampuan anak autis untuk berkomunikasi secara normal.

  1. Terapi okupasi, Kebanyakan anak dengan autisme kesulitan untuk mengendalikan otot-otot halusnya. Anak autis akan sulit memegang pensil atau sendok dengan benar, atau gerakan tubuhnya kaku. Terapi okupas berfungsi untuk melatih otot-otot halusnya sehingga gerakan motoriknya berkembang dengan baik.

  1. Terapi fisik, Penyembuhan autis juga membutuhkan terapi fisik untuk menguatkan otot-otot anak autis agar bisa berjalan dan memiliki keseimbangan yang baik. Terapi fisik biasanya meliputi fisioterapi dan terapi integrasi sensorik.

  1. Terapi Sosial, Terapis terapi ini akan memfasilitasi anak penyandang autisme dan mengajarinya untuk berkomunikasi 2 arah dengan anak sebayanya, mengajak mereka main bersama dan membuat teman.

  1. Terapi bermain, Mengajari anak autis bermain dengan normal merupakan salah satu terapi penyembuhan autis yang penting. Anak autis memiliki kebiasaan bermain yang tidak normal yang akan menyulitkannya untuk bersosial.

  1. Terapi perilaku, Terapi ini untuk mencari latar belakang penyebab anak autis berperilaku menyimpang dan mencari sumber frustrasinya lalu menyusun rutinitas dan lingkungan yang mendukungnya untuk berperilaku baik.

Salah Satu Langkah Penyembuhan Autisme Anak Dengan Tahitian Noni Max (Maxidoid)

Penyembuhan autis menggunakan vitamin alami buahSelain menjalankan terapi, anak autis juga memerlukan vitamin tambahan sebagai penunjang penyembuhan autis agar kelainan pada anak bisa dikendalikan. Tahitian Noni Max adalah vitamin anak untuk membuang kelebihan zat logam pada otak, dan menjaga agar Anak mendapatkan nutrisi yang lengkap untuk membantu penyembuhan autis. Tahitian Noni Max terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan kemampuan untuk fokus pada anak dengan autisme. Tahitian Noni Max kaya akan zat proxeronine yang berfungsi untuk membuka pori-pori sel sehingga racun dapat keluar dan nutrisi dapat masuk dengan optimal. Nutrisi yang optimal penting untuk penyembuhan autis terutama untuk perkembangan fisik dan memperkuat jaringan otot dan saraf sensorik maupun motorik.

Mengapa harus membeli Maxidoid dari kami untuk penyembuhan autis? Karena kami hanya menjual produk original dengan khasiat yang terjamin dan telah memiliki sertifikat BPOM dan halal dari MUI. Vitaminpenyembuhan autis Maxidoid telah teruji klinis mampu meningkatkan konsentrasi pada anak autisyang merupakan hasil penelitian para ahli di lebih dari 80 negara. Vitamin anak autis Maxidoid untukpenyembuhan autis juga direkomendasikan oleh Dr. Amarullah H. Siregar, DiHom, DNMed, MSc, Phd yang merupakan spesialis dokter anak, untuk lebih lengkap tentang Maxidoid silahkan klik www.vitaminanak.net/autis/.

Leave a Comment

Penyembuhan Autis Benar-Benar Dapat Dilakukan Jika Terpadu

Penyembuhan Autis sudah Dapat Dilakukan Dengan Cara Yang Aman dan Tingkat Keberhasilannya Cukup Tinggi

cara penyembuhan autis dengan herbal alamiMungkin beberapa dekade yang lalu masyarakat kita masih asing dengan istilah penyakit yang lazimnya diderita oleh anak-anak, yakni autis. Ya, istilah autis baru beberapa tahun terakhir ini sangat familier di telinga masyarakat kita. Autis merupakan sebuah gejala penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan neuromotrik di otak dan pusat syaraf lainnya. Autis berasal dari kata auto yang bermakna ‘sendiri’. Autis memang identic dengan sikap penderitanya yang suka menyendiri, tidak menyukai sosialisasi bersama teman sebaya dan bersikap seenaknya sendiri. penyembuhan autis dalam ilmu kedokteran masih belum ‘harga mati’ dan masih banyak alternative untuk penyembuhan autis ini dari berbagai macam cara yang ada.

Anda sebagai orang tua tentu ngeri saat membayangkan anak Anda divonis autis. Buah hati yang kita idam-idamkan dan kita harapkan untuk menjadi anak kebanggaan kelak terlihat tidak normal seperti anak-anak yang lainnya. Ia yang seharusnya senang dan bersuka ria bertemu dengan teman sebayanya, malah asyik dengan mainannya sendiri di kamar. Teman-temannya yang lain sudah sanggup berbicara banyak dan menyanyikan berbagai macam lagu, anak tersebut masih belum mengucapkan sepatah kata. Anak lain yang jika diberi tahu atau dinasehati orang tuanya mengangguk dan menuruti, anak tersebut malah emosi dan marah-marah sambil membanting mainannya. Orang tua anak autis pastilah sangat diuji kebesaran hati dan ketabahannya dalam menghadapi anak yang ‘istimewa’ tersebut. Mereka berharap akan suatu cara penyembuhan autis yang efektif dan dapat mengembalikan anak mereka normal kembali. penyembuhan autis yang menguras kantong namun tidak efektif pastilah sangat dihindari.

Autisme, Ciri-ciri dan Penyebabnya, Kapan Butuh Penyembuhan Autis

Seperti yang telah dikemukakan di atas, gejala autis mudah dikenali saat orang lain melihatnya. Namun sebagai orang tua, Anda tidak akan tahu persis kapan anak Anda menunjukkan gejala autisme. Pasalnya, autisme dapat terjadi sejak usia bayi masih 6 bulan atau bahkan telah berusia 1,5 tahun. Mungkin waktu bayi, anak Anda terlihat normal dan sehat. Namun menginjak usia 1,5 tahun, gejala-gejala autis itu nampak muncul. Kosakata yang telah ia kuasai menghilang begitu saja. Ia yang tadinya menurut jika dinasehati, kini melawan dan menuruti kehendak hatinya sendiri.

Autis bukan merupakan penyakit genetis yang tidak bisa disembuhkan. Banyak cara dilakukan sebagai teknik penyembuhan autis. Salah satu aktivis Yayasan Autis Indonesia mengatakan bahwa autis sangat bisa disembuhkan. Namun proses cepat atau lambatnya penyembuhan autis dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain :

1. Saat penyakit autis pada anak dideteksi sejak dini oleh orang tuanya, maka peluang anak tersebut untuk sembuh dari autis dan hidup normal semakin besar. Treatment dan terapi penyembuhan autis yang dilakukan pada anak tersebut akan semakin mudah dicerna jika sedari dini anak tersebut dilatih untuk keluar dari kebiasaan autisnya.

2. Peran orang tua dan lingkungan sekitar yang sangat besar. Memang memiliki anak yang menderita autis merupakan suatu pukulan besar bagi sepasang orang tua. Namun demikian, takdir Tuhan tidak bisa disalahkan. Pasti segala sesuatu ada penyebabnya dan hal ini merupakan pelajaran berharga yang harus orang tua terima. penyembuhan autis sangat dipengaruhi oleh pengaruh dan dukungan orang tua.

3. Nutrisi yang tercukupi dan stimulasi yang terus menerus serta positif. Anak autis yang dibiarkan begitu saja tanpa diberikan stimulasi untuk dapat kembali normal akan semakin sulit sembuh. Proses penyembuhan autis tidak akan berjalan lancar jika nutrisinya tidak tercukupi.

Ciri-ciri Penyakit Autis dan Cara Penyembuhan Autis

penyembuhan autis dengan tahitian noni sangat mudahPenyakit autis tidak sulit untuk dikenali. Gejala autis memang khas sehingga mudah bagi Anda untuk mendeteksinya. Anda dapat mengenali ciri-ciri berikut sejak dini dan merencanakan penyembuhan autis yang tepat sejak dini pula.

1. Ketidak mampuan untuk bersosialisasi dengan normal. Penyandang autis lebih suka menyendiri ketimbang bergaul dengan teman-teman sebayanya. Anak yang normal cenderung sangat senang jika dapat bertemu dan bermain bersama dengan teman-teman sebayanya. Hal ini tentu saja tidak wajar dan berkebalikan dengan anak penyandang autis. Dengan teman-teman sebayanya saja ia tidak mau berbaur apalagi dengan orang-orang yang baru saja ia temui. Satu-satunya orang yang ia percayai adalah orang tua terutama ibu yang menemaninya setiap waktu.

2. Ketidak mampuan dalam berkomunikasi secara normal. Anak penderita autis kurang dapat berkomunikasi dengan baik lewat ucapan. Mereka lebih suka diam dan asyik dengan aktivitasnya sendiri ketimbang mengobrol atau bercerita dengan orang lain. Karena sikap eksklusifitasnya ini maka kemampuan berbicaranya pun tidak terpacu dengan baik.

3. Kurangnya koordinasi saraf sensorik dan motoric. Saraf sensorik dan motoric merupakan modal utama seseorang dalam beraktivitas. Pada penderita autis, kedua saraf ini mengalami gangguan sehingga gerakannya pun agak lamban. Pada usia tertentu anak seharusnya sudah bisa mengambil biji jagung dan menendang bola, si anak autis belum dapat melakukan keduanya.

4. perilaku dan emosi yang sulit dikendalikan. Anak autis cenderung memiliki perilaku yang unik serta emosi yang sulit untuk dikendalikan. Sikapnya yang tertutup membuat ia enggan mendengar orang lain. Terkadang ia bisa menjadi sangat pendiam dan tenang namun pada waktu lain ia bisa menjadi sangat hiperaktif dan meluapkan emosi dengan cara berlebihan.

5. Perkembangan yang lambat. Jika anak normal mengalami tumbuh kembang yang sehat seperti yang ada pada tes Denver, maka pertumbuhan dan perkembangan anak autis jauh lebih lambat dan tidak mencapai target usianya.

Adapun yang menjadi penyebab dari penyakit autis adalah :

1. Saat anak tersebut masih dalam kandungan, sang ibu mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung racun seperti timbal, bahan pengawet yang terlalu banyak, bahan pewarna dan perasa yang berlebihan dan sebagainya.

2. Kelainan bentuk otak yang cenderung berukuran kecil saat masih dalam kandungan. Hal ini sebenarnya dapat dideteksi saat melakukan pemeriksaan USG saat ibu maasih mengandung.

3. Proses persalinan yang tidak lancar. Saat bayi baru saja lahir ia tentunya memerlukan banyak oksigen untuk mengaktifkan seluruh organnya, termasuk menangis sekencang-kencangnya. Namun banyak kasus terjadi bayi kekurangan oksigen saat proses persalinan berlangsung. Hal ini dapat memicu autisme pada si anak kelak.

4. Kelainan sindrom dan metabolism tubuh.

Penyembuhan Autis yang Aman dan Alami

Penyembuhan autis menggunakan vitamin alami buahBagi Anda yang memiliki problem anak autis, Anda tidak perlu sedih dan berkecil hati. Anak Anda terlahir ‘istimewa’. Tahukah Anda bahwa anak autis memiliki kemampuan baik di bidang akademik maupun seni yang tergolong di atas rata-rata? Kini focus Anda bukanlah meratapi nasib, namun menemukan solusi penyembuhan autis yang tepat. penyembuhan autis yang benar tentunya berhasil guna dan tidak mempengaruhi kinerja organ lain (efek samping). Anak Anda hanya perlu mengusir penyakit autis di dalam tubuhnya, bukan memperberat kinerja ginjal atau hati seperi layaknya obat kimiawi lainnya.

Tahitian Noni Juice merupakan solusi penyembuhan autis yang sangat direkomendasikan untuk Anda. Jenis penyembuhan autis dengan jus noni ini bukan tanpa alasan. Selain aman untuk kinerja ginjal dan hati buah hati Anda yang masih rentan, Tahitian Noni berfungsi langsung pada penyakitnya, memperbaiki sel yang rusak dan organ yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya, seperti pada kasus autis ini. Jadi, tunggu apalagi. Segera konsumsi Tahitian Noni Juice sekarang sebagai senjata utama penyembuhan autis anak Anda.

Leave a Comment